Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Ciamis Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial di Tahun Politik Lewat Pojok Pengawasan Seri 2

pojok penagawasan

CIAMIS — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ciamis kembali menggelar ruang diskursus publik melalui kegiatan "Ngobrol Pojok Pengawasan Seri 2". Mengusung tema hangat "Bijak Bermedia Sosial di Tahun Politik", acara ini dilangsungkan secara virtual melalui Zoom Meeting pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Kegiatan interaktif tersebut menghadirkan Ketua Bawaslu Kabupaten Ciamis, Jajang Miftahudin, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Jajang menekankan krusialnya literasi digital bagi masyarakat, khususnya di tengah dinamika tahun politik. Ia mengingatkan pentingnya menyaring informasi sebelum membagikan kembali (share) serta mengimbau publik agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi atau berita yang belum terverifikasi kebenarannya.

"Literasi digital dan kehati-hatian dalam menyerap informasi adalah kunci utama agar ruang digital kita tetap sehat dan kondusif," ujar Jajang dalam diskusi virtual tersebut.

Partisipasi Luas Lintas Elemen Diskusi daring ini mendapat antusiasme tinggi dan diikuti oleh berbagai elemen strategis. Peserta yang hadir meliputi jajaran internal Bawaslu, alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP/P2P), Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dari berbagai perguruan tinggi di Ciamis, hingga kalangan pelajar SMA, MA, dan SMK se-Kabupaten Ciamis.

Melalui penyelenggaraan Ngobrol Pojok Pengawasan ini, Bawaslu Ciamis berharap generasi muda dan masyarakat luas tidak sekadar menjadi penonton, melainkan mampu bertindak sebagai agen edukasi di lingkungan sekitarnya. Peran aktif mereka sangat dinantikan dalam menangkal penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta potensi polarisasi di dunia maya.

Bawaslu Ciamis terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan ekosistem demokrasi digital yang damai, kritis, cerdas, dan bertanggung jawab demi terciptanya pemilu yang berintegritas.