Bawaslu Kabupaten Ciamis Dorong Mahasiswa Jadi Garda Depan Pengawasan
humas | Rabu, Juni 17, 2026 - 09:47
Ketua Bawaslu Ciamis, Jajang Miftahudin, menegaskan bahwa kolaborasi dengan kelompok intelektual muda seperti PMII bukan sekadar formalitas seremonial. Menurutnya, mahasiswa memiliki idealisme tinggi dan kedekatan sosial yang efektif untuk mendeteksi potensi kecurangan atau pelanggaran pemilu/pilkada.
"Sinergi dengan PMII ini adalah langkah krusial. Kami ingin memastikan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya dilakukan oleh lembaga formal seperti Bawaslu, tetapi juga aktif digerakkan oleh kelompok intelektual muda," ujar Jajang Miftahudin.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Ciamis, Wulan Sarifah, menambahkan bahwa PMII memiliki peran vital sebagai agent of change (agen perubahan) dan kontrol sosial. Keterlibatan aktif mahasiswa diharapkan mampu menciptakan iklim politik yang lebih sehat dan berintegritas.
3 Poin Utama dalam Kesepakatan (MoU)
Kerja sama yang disepakati oleh kedua belah pihak mencakup beberapa program kerja nyata, di antaranya:
- Pendidikan Politik & Demokrasi: Memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai hak-hak politik, pentingnya hak suara, serta menolak keras praktik politik uang (money politics).
- Literasi Digital & Tangkal Hoaks: Mengajak para kader PMII untuk aktif menyebarkan informasi kepemiluan yang valid sekaligus menjadi benteng pertahanan dalam menangkal penyebaran hoaks dan isu SARA di media sosial.
- Pemantauan Lapangan Partisipatif: Mendorong mahasiswa untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk dugaan pelanggaran administratif maupun pidana pemilu yang ditemukan di wilayah masing-masing.
Komitmen PMII Ciamis Kawal Keadilan
Pihak dari PC PMII Ciamis menyambut baik kolaborasi strategis ini. Kerja sama ini dipandang sebagai wadah yang tepat bagi para kader untuk mengimplementasikan nilai-nilai pergerakan mahasiswa ke dalam aksi nyata mengawal keadilan.
PMII Ciamis menyatakan komitmen penuh untuk membantu Bawaslu dalam melakukan sosialisasi masif guna memicu diskusi kritis di tengah masyarakat. Melalui langkah bersama ini, diharapkan jangkauan edukasi demokrasi di Kabupaten Ciamis dapat semakin luas, inklusif, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.