Lompat ke isi utama

Berita

Perbanyak Simpul Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Ciamis Gelar Webinar bersama Kemenag Ciamis dan KNPI

Perbanyak Simpul Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Ciamis Gelar Webinar bersama Kemenag Ciamis dan KNPI

Bawaslu Ciamis selenggarakan Webinar Pengawasan Partisipatif bertema Pelibatan dan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024, yang Menghadirkan Keynote Speaker Yulianto, S.H. (Pimpinan Bawaslu Provinsi Jawa Barat), Narasumber H. Asep Lukman Hakim, S.Ag., M.Si. (Kepala Kantor Kemenag Ciamis) dan Tohirin, S.Pd.I. (Ketua DPD KNPI Kabupaten Ciamis). Selasa (24/08/2021)

Dalam paparannya Pimpinan Bawaslu Jawa Barat menyampaikan bahwa Bawaslu dengan berbagai keterbatasan mesti menggandeng berbagai eleman untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu.
"Bawaslu ini sangat terbatas, jumlah sumber daya manusianya terbatas dibandingkan dengan wilayah yang demikian luas, ini tentu tidak memungkinkan untuk mendapatkan gambaran dari semuanya. Sehingga diperlukan kecerdasan untuk menggandeng elemen-elemen masyarakat baik itu struktur pemerintahan, organisasi masyarakat, mahasiswa, kepemudaan, maupun lembaga keagamaan, inilah cara lain bawaslu memasang 'cctv' disetiap daerah", ungkap Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Jabar ini.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis mengajak Kepada seluruh ASN dilingkungan Kemanag Ciamis untuk mendukung program pemerintah ini, yang merupakan hajat rakyat Indonesia. "Kita dukung dengan cara kita mensosialisasikan kepada masyarakat agar netral, jangan sampai masyarakat terkena hoax, jangan sampai ASN dilingkungan Kemenag ada keterlibatan dalam meng-goal-kan salah satu peserta pemilu". Ungkap Asep.

Mengakhiri diskusi, Tohitin Ketua DPD KNPI Ciamis memberikan closing statemen, "Pemilu adalah satu-satunya sarana sirkulasi elit yang konstitusional yang ada di Indonesia, tidak ada lagi selain pemilu, maka apapun yang diperbuat untuk menciptakan pemilu yang berkualitas di Indonesia adalah bagian dari kebaikan tentu saja akan bernilai dimata Allah SWT", pungkas Tohirin. (Fajar**)