Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Ciamis Gelar 'Ratukonde' di Banjaranyar, Jaga Api Demokrasi di Masa Non-Tahapan

konsolidasi demokrasi

CIAMIS – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ciamis terus bergerak aktif menjaga kesadaran berdemokrasi masyarakat meski sedang tidak berada dalam masa tahapan pemilu. Terbaru, jajaran komisioner Bawaslu Ciamis menggelar program unggulan bertajuk "Ratukonde" (Rabu Turing Konsolidasi Demokrasi) dengan menyambangi wilayah Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis.

Program Ratukonde yang dilaksanakan dengan mengendarai sepeda motor ini diinisiasi sebagai ruang strategis untuk memelihara komunikasi, mengedukasi masyarakat, serta memetakan potensi kerawanan wilayah sejak dini. Mengingat kegiatan ini merupakan program non-tahapan di mana jajaran pengawas tingkat kecamatan (Panwascam) belum terbentuk, Bawaslu Ciamis langsung merangkul unsur kewilayahan di tingkat lokal.

Kehadiran rombongan Bawaslu Ciamis disambut hangat oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Banjaranyar, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda setempat.

Anggota Bawaslu Kabupaten Ciamis menjelaskan bahwa penguatan nilai-nilai pengawasan dan edukasi demokrasi tidak boleh berhenti meski pemilu telah usai atau belum dimulai. Ratukonde menjadi ikhtiar jemput bola untuk memastikan masyarakat tetap melek pengawasan partisipatif secara berkelanjutan.

Poin Strategis Ratukonde di Banjaranyar

Dalam pertemuan informal namun sarat substansi tersebut, Bawaslu Ciamis menekankan beberapa poin krusial:

  • Edukasi Pengawasan Partisipatif Berkelanjutan: Mengajak tokoh masyarakat dan pemuda di Banjaranyar untuk menjadi agen pengawas partisipatif mandiri yang mampu mengedukasi lingkungannya masing-masing.
  • Ikhtiar Menjaga Netralitas ASN & Perangkat Desa: Mengingatkan dan menanamkan kembali komitmen netralitas bagi aparatur pemerintahan di tingkat kecamatan hingga desa sebagai pondasi demokrasi yang sehat.
  • Mitigasi Kerawanan Wilayah: Memetakan karakteristik geografis dan sosial di Kecamatan Banjaranyar untuk mempermudah strategi pengawasan pada pemilu atau pemilihan di masa depan.

"Demokrasi tidak boleh mandek hanya karena tahapan pemilu selesai. Melalui Ratukonde, kami ingin menanamkan investasi sosial berupa kesadaran mengawasi yang tumbuh dari masyarakat sendiri, bahkan sebelum jajaran ad-hoc kami terbentuk nanti," ujar perwakilan Bawaslu Ciamis.

Pihak Pemerintah Kecamatan Banjaranyar menyambut baik inisiatif proaktif dan segar dari Bawaslu Ciamis ini. Langkah jemput bola dengan menggunakan sepeda motor ini dinilai efektif untuk mencairkan suasana sekaligus mendekatkan lembaga pengawas pemilu dengan masyarakat di tingkat akar rumput.